Rabu, 05 Oktober 2011

Masuknya bangsa Eropa ke Indonesia: Dark Age-VOC


Dalam masa Dark Age setipa dominasi gereja sangat kuat
dalam mengontrol kebijakan negara.
1.       Dark Age: Dark Ages, adalah sebuah masa dimana eropa di atur oleh Gereja. Ini berawal sejak hancurnya kerajaan Roma dari abad ke 5 sampai 14 M. Periode dark ages eropa berakhir setelah zaman renaissance dan setelah revolusi industri pada abad ke 17. Disaat Zaman Kegelapan, segala keputusan pemerintah dan hukum negara tidak diambil berdasarkan demokrasi di parlemen seperti ketika zaman kekasiaran Roma. Keputusan tersebut diambil oleh majelis dewan Gereja. Tidak setiap individu berhak berpendapat, karena pada zaman itu yang berhak mengeluarkan pendapat/ keputusan adalah para ahli agama (Paus). Pada masa itu iptek dan teknologi dibatasi, dan penemunya dianggap kesesatan. Banyak ahli dipenjarakan dan dihukum mati. Obat-obatan tradisional dianggap ilmu sihir dan para wanita gypsi (tabib tradisional) dianggap tukang sihir dan banyak dihukum mati. Terjadi kelaparan dan penjarahan dari tuan tanah dan bangsawan yang ingin menambah kekayaan. Perang tersebar dari satu negara ke negara lain. Wabah malaria, pes, TBC, Lepra menjangkiti tiap kota eropa sehingga 1 hari memakan korban ratusan orang. Sejak umat Islam mulai merangsak masuk eropa, maka mereka sadar telah tertinggal jauh dari kebudayaan lain yang mereka sebut tak berbudaya (barbar).



Pasukan Knight yang dipimpin Balian dalam film
 Kingdom of Heaven
 2.    Era Perang Salib (crusade). Perang Salib atau crusade adalah gerakan umat Kristen di Eropa untuk memerangi umat Muslim yang mulai berkembang menguasai Timur Tengah hingga eropa.Di Palestina secara berulang-ulang mulai abad ke-11 sampai abad ke-13, dengan tujuan untuk merebut Tanah Suci (Yerusalem) dari kekuasaan kaum Muslim dan mendirikan kerajaan kristen eropa di Timur. Dinamakan Perang Salib, karena setiap orang Eropa yang ikut bertempur dalam peperangan memakai tanda salib pada bahu, lencana dan panji-panji mereka. Perang Salib pada hakikatnya bukan perang agama, melainkan perang merebut kekuasaan daerah. Hal ini dibuktikan bahwa tentara Salib dan tentara Muslim saling bertukar ilmu pengetahuan. Istilah Perang Salib ini juga digunakan untuk ekspedisi-ekspedisi pelayaran atau usaha kecil yang terjadi selama abad ke-16 di wilayah di luar Benua Eropa untuk alasan antara agama, ekonomi, dan politik. Perang Salib berakhir sejak masuknya era Renaissance. Penyebab langsung dari Perang Salib Pertama adalah permohonan Kaisar Alexius I kepada Paus Urbanus II untuk menolong Kekaisaran Byzantium dan menahan laju invasi tentara Muslim ke dalam wilayah kekaisaran tersebut dan akhirnya berujung pada kekalahan sehingga muslim hampir menguasai seluruh wilayah Asia Kecil (Turki modern). Perang Salib Pertama didengungkan pada 27 November 1095 oleh Paus Urbanus II utk membela kerajaan kristen yang terdesak Islam seperti Bizantium dan Yerusalem.

3.       New Age
a.       Science Vs. Religion
     Permusuhan antara kaum ilmuan dan gereja adalah masalah doktrin alkitab yang dipertanyakan, misalnya; kaum gereja percaya bahwa bumi ini datar, namun ilmuan berkata lain, bumi itu bulat. Akibat imbas dari ilmu astrologi Islam yanmg masuk ke eropa, ilmuan menyimpulkan bahwa matahari adalalah pusat tata surya dan bumi serta planet lainnya mengitari matahari dengan garis lintang (orbit) tertentu. Namun penemuan ini di bantah oleh kaum gerejawi dan dianggap sesat, karena bagi mereka bumi adalah pusat tata surya karena Tuhan yang menciptakan bumi. Para ilmuan yang hidup masa ini adalah Nicolaus Copernicus (1478-1543), Galileo Galilei (1546-1642), Johannes Kepler (1571-1642), dst

b.      Renaissance
Lukisan yang bertema Humanis
     Adalah masa bangkitnya kembali pemikiran-pemikiran filsafat Yunani-romawi yang diadaptasi menjadi pemikiran modern. Masa ini berlangsung antara abad ke 15-16 di eropa. Focus dari pemikiran Yunani adalah antroposentris (berpusat pada manusia). Manusia adalah mahluk yang sempurna, dinamis dan unik sehingga disebut mahluk pemikir guna mencapai kebahagiann sempurna (hedeonisme). Pemikiran ini akhirnya mencetuskan arti penting ide (idealism), Iptek, dan sosialis humanis (kesetaraan hak asasi manusia). Dari segi seni muncul tema lukisan impresionistik dan ekspresionisme berpusat pada tema keindahan tubuh manusia.  Manusia dipandang sebagai pusat budaya dan kehidupan serta memiliki hak atas pemikiran dan tindakann yang dianggapnya paling benar (liberalism). Dalam hal ini ilmu ketuhanan (teologi) diasingkan dan Tuhan dikebelakangkan, karena bagi para pemikir era ini agama dan Tuhan hanya penghalang kesuksesan manusia.  Michaelangelo (1475-1564), Leonardo da Vinci (1452-1519), Hieronymus Bosch (1450-1516), dst.

c.       Kolonialisme & Penjelajahan.
     Zaman atau Abad Penjelajahan mengacu pada periode sejarah sejak awal abad ke-15 hingga akhir abad ke-17 yang ditandai dengan ditemukannya peta dan kompas modern dengan pengetahuan astronomi dari Islam.  Para penjelajah Eropa mencari cara untuk menemukan sumber-sumber komoditi dagang dari "Timur" dengan semangat 3G sejak runtuhnya Constantinopel. Penemuan kembali benua Amerika oleh Christophorus Columbus yang didanai Raja Spanyol, ekspedisi Vasco da Gama ke "Asia" (India), penaklukan orang Indian di Meksiko dan Inca (Peru) oleh kaum penakluk Spanyol (conquistadores), takluknya Malaka dan "ditemukannya" kepulauan rempah (Maluku) oleh penjelajah Portugis, perjalanan Magelhaens mengitari bumi, penemuan Australia dan Selandia Baru oleh orang Belanda dan Inggris, serta penguasaan Siberia oleh Kekaisaran Rusia menjadi beberapa peristiwa penting yang terjadi di zaman ini. Penelajah yang terkenal adalah Christopher Columbus (1451-1506).

Kapal layar abad pertengahan
4.       Kedatangan Bangsa asing ke Indonesia. Penjajahan bangsa asing di Indonesia disebut kolonialisme dan imperialisme. Kolonialisme diambil dari kata colony yang artinya pendudukan atau memindahkan penduduk dari satu negara ke negara lain yang dikuasai untuk menciptakan masyarakat baru. Sedangkan imperialisme diambil dari kata imperium yang artinya memerintah atau menguasai. Kedatangan bangsa eropa ke Indonesia didasari semangat 3G (gold, glory dan gospel). Bangsa asing yang pernah menduduki Indonesia adalah Inggris, Portugis, Spanyol dan Belanda. Indonesia diperebutkan karena memiliki sumber alam yang melimpah dan dibutuhkan bangsa eropa dalam usaha perdagangannya.

a.       Kedatangan bangsa Portugis di Indonesia.
      Alfonso d’ Albuquerque (Portugal, 1453 - Goa, 16 Desember 1515) dalam ekspedisinya tahun 1512 berhasil menguasai Maluku yang setahun sebelumnya menguasai Malaka. Setelah beberapa tahun menguasai Maluku, ternyata  Spanyol  datang ke Maluku (1522). Karena sama-sama ingin berkuasa, peperangan untuk mengusai Maluku tak terelakan dan didamaikan oleh perjanjian Saragosa  22 April 1529 yang menyepakati bahwa Portugis memiliki Maluku dan Spanyol menguasai Filipina.

b.      Kedatangan bangsa Spanyol di Indonesia.
     1522 Spanyol memulai kolonisasi di Sulawesi Utara 1560. Spanyol mendirikan pos di Manado setelah lebih dahulu menguasai Filipina. Tanggal 8 November 1521 kapal dagang Spanyol singgah di Maluku dan diterima dengan baik oleh rakyat Tidore. Namun Portugis tidak suka akan Spanyol  dan takut disaingi, akhirnya Portugis menghasut kerajaan Ternate untuk berperang melawan Tidore. Perselisihan terus berlanjut sampai perjanjian Saragossa di tandatangani tahun 1529.

c.       Kedatangan bangsa Inggris di Indonesia.
Thomas Stamford Raffles
     Sejak abad ke 16 Inggris sudah ada di Indonesia untuk berdagang. Keberadaan Inggris ini meresahkan Belanda yang hendak menguasai seluruh Nusantara.  Pada tahun 1811, Thomas Stamford Raffles berhasil merebut pulau Jawa dari tangan Belanda. Hal ini dikarenakan peperangan di Eropa dimana Inggris berhasil menaklukan Kerajaan Belanda dalam perang Revolusi Prancis yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte. Pada tahun 1815 Raffles kembali ke Inggris setelah Jawa dikembalikan ke Belanda setelah Perang Napoleon selesai yang dimenangkan Napoleon dan Belanda sebagai aliansinya.

d.      Kedatangan bangsa Belanda di Indonesia.
     Pada tahun 1596 empat kapal ekspedisi dipimpin oleh Cornelius de Houtman  berlayar menuju Indonesia, dan mencapai Banten, Jawa Barat, disini mereka terlibat dalam perseteruan dengan orang Portugis dan penduduk lokal. Houtman berlayar lagi ke arah Jawa Timur dan mengalami bentrok kembali dengan warga Sedayu (Gresik) dan Madura. Setahun kemudian mereka kembali ke Belanda tanpa membawa hasil.  Belanda tidak berhenti disana dengan usahanya, mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah-wilayah Indonesia dengan memanfaatkan politik adu domba (devide et empera) antara kerajaan2 kerajaan-kerajaan Nusantara. Secara umum Belanda menguasai Indonesia hampir 350 tahun sebelum akhirnya Indonesia jatuh ke tangan Jepang tahun 1942.

Logo VOC Belanda
5.       VOC. Vereenigde Oostindische Compagnie (Perusahaan dagang Hindia Timur Belanda) atau VOC yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah perusahaan Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Tahun 1603 VOC memperoleh izin mendirikan kantor perwakilan di Banten, dan pada 1610 Pieter Both diangkat menjadi Gubernur Jenderal  VOC pertama (1610-1614), saat itu ia memilih Jayakarta (Sunda Kelapa, Batavia, sekarang Jakarta) sebagai basis administrasi VOC. Sementara itu, Frederik de Houtman menjadi Gubernur VOC di Ambon (1605 - 1611) dan setelah itu menjadi Gubernur untuk Maluku (1621 - 1623). Setelah VOC jatuh bangkrut pada akhir abad ke-18 dan setelah kekuasaan Britania (Kerajaan Inggris Raya) yang pendek di bawah Thomas Stamford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC pada tahun 1816. Setelah tahun 1830 sistem tanam paksa yang dikenal sebagai cultuurstelsel mulai diterapkan. Dalam sistem ini, para penduduk dipaksa menanam hasil-hasil perkebunan yang menjadi permintaan pasar dunia dan hasilnya diekspor ke mancanegara.
1.       Hak VOC.
     Hak-hak istimewa yang tercantum dalam Oktrooi (Piagam/Charta) tanggal 20 Maret 1602 meliputi:

·    Hak monopoli untuk berdagang dan berlayar di wilayah sebelah timur Tanjung Harapan dan sebelah barat Selat Magelhaens serta menguasai perdagangan untuk kepentingan sendiri;
·    Hak kedaulatan (soevereiniteit) sehingga dapat bertindak layaknya suatu negara untuk:
   1. memelihara angkatan perang,
   2. memaklumkan perang dan mengadakan perdamaian,
 3. merebut dan menduduki daerah-daerah asing di luar Negeri Belanda
   4. memerintah daerah-daerah tersebut,
   5. menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri, dan
   6. memungut pajak.

2.       Keruntuhan VOC.
    Pada pertengahan abad ke-18 VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. Alasannya adalah sebagai berikut:
·         Banyak pegawai VOC yang curang dan korupsi
·         Banyak pengeluaran untuk biaya peperangan contoh perang melawan Hasanuddin dari Gowa
·         Banyaknya gaji yang harus dibayar karena kekuasaan yang luas membutuhkan pegawai yang banyak
·         Pembayaran Devident (keuntungan) bagi pemegang saham turut memberatkan setelah pemasukan VOC kekurangan
·         Bertambahnya saingan dagang di Asia terutama Inggris dan Perancis
·         Perubahan politik di Belanda dengan berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal menganjurkan perdagangan bebas.

     Berdasarkan alasan di atas VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 dengan hutang 136,7 juta gulden dan kekayaan yang ditinggalkan berupa kantor dagang, gudang, benteng, kapal serta daerah kekuasaan di Indonesia.

    Seberapa besar hutang itu jika dibandingkan dengan kurs uang Indonesia sekarang? Diketahui: Hutang VOC 136,7 juta gulden (136. 700. 000). 1 gulden=1 dollar AS[1] atau = 13,7 juta dollar AS. Jika saat ini (kurs tahun 2011) 1 dollar AS= 10.000 IDR. Maka hasilnya 1,367,000,000,000 IDR.

      Jika dikaitkan dengan harga emas saat itu 1 gulden setara dengan 605 miligram emas yang dikurskan tahun ini setara Rp. 560,000,-/gramnya. 0,605 gram x Rp. 560,000 = 338,800 IDR. 


[1] Menurut Wikipedia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar